Ultimate magazine theme for WordPress.

Hankook Tire Siapkan Ban Kinergy AS EV dan Ventus S1 Evo 3 EV untuk Support Mobil Listrik

0 24
Hankook Tire Siapkan Ban Kinergy AS EV dan Ventus S1 Evo 3 EV untuk Support Mobil Listrik
Ventus S1 Evo 3 EV

Hankook Tire telah merancang inovasi ban untuk mobil listrik lewat riset dan pengembangan produk yang intensif di pusat R&D Hankook Technodome, Korea Selatan. Inovasi tersebut melahirkan ban mobil listrik perdana, Kinergy AS EV dan generasi kedua Ventus S1 Evo 3 EV untuk versi all-electric vehicles, yang diadopsi dari tipe sport.

Jakarta, Indonesiatiremagazine.com– Hankook Tire siapkan dua tipe ban untuk support mobil listrik di tanah air, yakni Kinergy AS EV dan Ventus S1 Evo 3 EV. Kedua ban ini diyakini Hankook Tire punya akselerasi yang lebih sporty, serta pegangan tapak (tread grip) yang tinggi agar tahan dari potensi abrasi yang intens dan memiliki ketahanan panas.

Karena menurut President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin, ban mobil listrik harus mampu mempertahankan esensi performa beremisi rendah tanpa membatasi fleksibilitas berkendara. Contohnya, ban untuk mobil listrik harus punya hambatan gulir (rolling resistance) yang rendah sehingga melaju lebih halus, namun di saat yang sama harus tetap punya daya cengkram yang optimal.

“Ini dua hal yang berlawanan, namun harus dicari titik tengahnya. Perpaduan material dan desain ban yang tepat akan sangat berpengaruh dalam mengakomodir objektif tersebut,” ujar Yoonsoo Shin dalam siaran pers yang diterima Indonesiatiremagazine.com, (19/03).

Lebih lanjut, Yoonsoo Shin menjelaskan, mobil listrik umumnya lebih berat 10% – 20% dibandingkan mobil biasa karena menyimpan mesin berbasis baterai. Ini membuat mobil listrik menghasilkan torsi yang lebih boros terlebih saat mobil baru dinyalakan.

Alhasil, mobil tersebut membutuhkan ban dengan akselerasi yang lebih sporty, serta pegangan tapak (tread grip) yang tinggi agar tahan dari potensi abrasi yang intens. Penting juga memiliki ketahanan panas yang baik agar dapat bertahan dalam berbagai kondisi.

Sebagai kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik umumnya memiliki kebisingan rendah bahkan hampir senyap, karena tidak ada suara yang dihasilkan mesin pembakaran internal. Ban juga punya peran penting dalam mempertahankan kualitas ini, tergantung dari desain tapak, pengaturan blok, pengaturan pitch, dan optimalisasi grip yang dikembangkan secara khusus. Ban dengan pola alur lateral (lateral groove) dinilai mampu mengurangi kebisingan secara signifikan.

Hankook Tire telah merancang inovasi ban untuk mobil listrik lewat riset dan pengembangan produk yang intensif di pusat R&D Hankook Technodome, Korea Selatan. Inovasi tersebut melahirkan ban mobil listrik perdana, Kinergy AS EV, generasi pertama dan generasi kedua pada tahun 2018 lalu.

Ban ini mengusung teknologi sound absorber yang mampu mengurangi kebisingan (resonansi) maksimal hingga 9.2db dan menggunakan kompon Aqua Pine yang terbuat dari ekstrak tumbuhan runjung.

Selain tipe Kinergy AS EV, Hankook Tire juga merilis Ventus S1 Evo 3 EV untuk versi all-electric vehicles, yang diadopsi dari tipe sport. Ban ini mengusung teknologi bead-packing dan kekakuan lateral agar gerakan ban tetap terkendali meski dalam kecepatan tinggi.

Inovasi ini-pun mengantarkan Hankook pada kemitraan OE (original equipment) dengan merk mobil listrik sport asal Eropa, Porsche Taycan sejak tahun 2020 lalu.

Tingkat global Hankook Tire terus memperkuat komitmen terhadap pasar mobil listrik global, namun Yoonsoo Shin menilai Indonesia masih membutuhkan waktu untuk adaptasi terhadap penerimaan mobil listrik.

“Tantangan memasarkan mobil listrik di sini adalah masih minimnya kesadaran masyarakat menggunakan produk otomotif yang ramah lingkungan. Sebelum beralih sepenuhnya ke ekosistem mobil listrik, masyarakat bisa mengenal ban yang eco-friendly dan merasakan manfaatnya sendiri saat digunakan berkendara,” paparnya.

Kini, Hankook Tire secara bertahap sedang mengembangkan ban eco-friendly yang mengurangi penggunaan bahan bakar dengan membatasi resistensi rotasi dan menggunakan produk sampingan minyak, seperti karet sintesis, karbon hitam, dan minyak sintetis yang lebih ramah lingkungan. Hankook Kinergy Eco2 misalnya yang sesuai untuk pengguna mobil MPV, LCGC, hingga SUV dengan menawarkan kenyamanan berkendara dan keiritan bahan bakar.

Hankook Tire berharap regulasi mobil listrik di Indonesia bisa segera berlaku dan ekosistem mobil listrik dalam negeri semakin terbentuk. Saat ini, Hankook Tire terus berinovasi menciptakan ban yang memiliki kinerja maksimal dalam setiap kondisi dan sesuai dengan pasar di Indonesia.

Menurut Yoonsoo Shin, hal yang tidak kalah penting adalah ketersediaan komponen penunjang mobil listrik yang memiliki nilai ekonomis, bukan hanya dari segi harga saja, melainkan juga usia pakai. Sebab, semakin awet ban maka akan mengurangi biaya pengelolaan mobil listrik yang selama ini dianggap mahal.

“Beberapa tipe ban regular yang sudah eksis seperti segmen ultra-high performance sebetulnya mampu memenuhi kebutuhan mobil listrik untuk pemakaian harian. Konsumen tinggal memilih ban yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,” pungkas dia. (itm01)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.