Futuris : Otomasi, Robotika, dan Konektivitas Akan Menjadi Masa Depan Alat Berat (Bagian I)

0

 

Volvo CE telah berkolaborasi dengan dua futuris kondang untuk mengetahui tren industry peralatan pertambangan, konstruksi, infrastruktur dan pertanian di masa yang akan datang.

Di tangan para futuris tidak ada yang tidak mungkin. Apa yang sebelumnya tidak mungkin, di tangan mereka menjadi mungkin. Apa yang tidak dipikirkan oleh manusia lain, dipikirkan oleh para futuris. Luar biasanya rancangan mereka bisa menembus batas waktu sampai 20 tahun ke depan.

Dan saat ini para futuris itu sementara merancang proses industry di masa depan baik di sektor pertambangan, konstruksi, pertanian maupun infrastruktur yang aman untuk 20 tahun yang akan datang.

Untuk mengetahui konsep para futuris untuk industry pertambangan, konstruksi, pertanian dan infrastruktur di masa depan, Indonesia Tire Magazine akan menurunkan secara berturut-turut beberapa artikel terkait tema ini. Tulisan-tulisan ini merupakan hasil saduran dari artikel yang berdujul “Automation, Robotics and Connectivity will be the Future of Heavy Equipment.”

Tulisan utuh ini akan dipecah menjadi beberapa bagian sesuai dengan segmennya. Tapi meski ditampilan secara terpisah, setaip artikel tetap menjadi satu kesatuan yang utuh karena terkait dengan tema utamanya yakni otomatisasi, robotika dan konektivity.

Berbicara tentang otomatisasi, robotika dan konektivity, maka yang pertama disebut adalah Volvo CE. Kenapa harus Volvo, karena Volvo CE sudah membangun komitmen dengan para futuris untuk melihat dan merancang masa depan heavy equipmentnya yang terkait dengan pertambangan, konstruksi, infrastruktur dan pertanian.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam “Building Tomorrow,” Volvo Construction Equipment (Volvo CE) telah bermitra dengan dua futuris profesional untuk mengumpulkan prakiraan mereka untuk industri. Futuris meramalkan tren yang akan datang dalam sains, teknologi, dan bisnis. Mereka membantu perusahaan memahami bagaimana inovasi saat ini akan berdampak pada industri di masa depan.

David Zach dan Glen Hiemstra – terkenal karena pekerjaan mereka dengan lusinan perusahaan Fortune 500 yang inovatif – memberikan prakiraan mereka untuk industri heavy-duty off-road equipment, termasuk pertambangan, konstruksi, dan pertanian.

Pertambangan

Penambangan adalah industri yang diatur untuk sejumlah besar perubahan, karena otomatisasi dan nanoteknologi mengubah sifat pekerjaan dan membuat manusia menjadi lebih jauh dari aspek bahayanya.

“Anda mendapatkan semua jenis kebebasan dengan mengeluarkan manusia dari proses penambangan,” kata Hiemstra sambil menambahkan bahwa ke depannya anda tidak perlu lagi duduk di cabin mesin. Selain itu, manusia juga dapat terhindar dari berbagai asap beracun dan bahaya lainnya. Karena jenis pekerjaan ini akan berpindah ke mesin otonom dan akan dikendalikan dari jarak jauh, pungkasnya.

Penambangan di masa depan kemungkinan besar akan menjadi campuran mesin otonom, mesin yang dikendalikan dari jarak jauh, dan robotika canggih. Mesin otonom akan menangani duty-cycle, repetitive tasks (tugas yang berulang), sementara manusia mengemudikan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh dengan simulator dari lingkungan yang jauh lebih menyenangkan. Simulator ini akan memberikan umpan balik taktil kepada operatornya berdasarkan kondisi di darat, seperti bergerak maju dan mundur di medan bergelombang.

“Robot besar dari semua jenis bentuk dan ukuran kemungkinan akan mengambil alih heavy-duty aplication, seperti memindahkan material dari bawah tanah ke permukaan,” kata Hiemstra. Dan bisa jadi ini alat berat raksasa yang secara bersamaan menggerakkan, menggali, dan memurnikan.

Peningkatan bandwidth konektivitas 5G (dan seterusnya) akan memungkinkan komunikasi instan antara manusia dan mesin di lapangan, serta komunikasi mesin-ke-mesin. Selain itu, mesin ini akan menampilkan alat analitik yang lebih canggih untuk menentukan apa yang sedang terjadi di area tambang dan kemudian mengirimkan informasi itu kembali ke operator yang dapat membuat penyesuaian cepat.

“Penambangan didasarkan pada aktivitas manusia dan kami membuat mesin untuk menggali lubang, lalu mencari tahu arah yang harus dituju,” kata Zach. “Di masa tanah akan dianalisis pada tingkat molekuler untuk memahami apa yang sedang digali.

“Mata manusia adalah sensor terbatas, tetapi dengan analitik yang lebih canggih, kita dapat memahami spektrum penuhnya. Futurisme adalah tentang mengenali pola yang kompleks dan menempatkan taruhan ke arah pola tersebut, dan kami dapat melakukannya dengan ruang geografis untuk mencari tahu apa yang ada di bawah permukaan,”jelasnya.

Area baru : Dasar Laut dan Planet

Cadangan sumber daya di bawah bumi ini dari tahun ke tahun semakin menipis. Karena itu perlu cari sumber daya alternative baru. Di manakah tempat yang paling memungkinkan untuk itu. Menurut pandangan para futuris tempat yang paling memungkinkan ke depannya adalah dasar laut.

“Kami akan menggunakan nanoteknologi untuk menganalisis dasar laut,” kata Zach. “Jika Anda melihat satu mil persegi lautan, hampir semua elemen ada di sana. Itu sangat kaya akan mineral,”tambahnya lagi.

Ke depannya semakin banyak mengekstrak material dari asteroid dan dari planet lain yang merupakan area yang kaya akan material berharga, namun sulit dijangkau menurut standar saat ini.

Peralatan otonom yang sudah terprogram sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh dan dioperasikan oleh manusia dari bumi akan membuat jenis penambangan ini aman, efisien, dan hemat biaya.

“Akan ada upaya besar untuk mencari lebih banyak material tanah di lautan atau di asteroid dan planet lain,” kata Hiemstra. Mendaur ulang bahan-bahan ini memungkinkan atau tidak akan menjadi tantangan tersendiri di masa depan, tetapi bagaimanapun juga, akan ada permintaan akan cara baru dalam melakukan sesuatu.

“Dalam 20 tahun, kita bisa menambang di bulan atau di Mars. Ini bisa sangat menguntungkan, dan beberapa perusahaan telah meluncurkan programnya untuk bisa mencapai tujuan ini,”pungkasnya (itm-01).

 

 

 

Share.

About Author

Leave A Reply