Teknology Teranyar Bosch, Smart Pres Kit Dengan Plug and Produce Siap Support Manufacturing di Tanah Air

0

 

Divisi Drive and Control, Bosch Rexroth, memperkenalkan Smart Function Kit yang didesain khusus untuk pengaplikasian proses pressing, joining and forming di berbagai bidang industri. Technologi Bosch Rexroth ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri di masa depan dengan mengombinasikan komponen mekanis, elektrik dan perangkat lunak – sehingga mampu berfungsi ala Plug & Produce.

Ragam solusi Industri 4.0 untuk siapkan factory of the future di Indonesia. Bosch kukuhkan posisi sebagai penyedia produk dan solusi Industri 4.0 global.Solusi terbaru Smart Functioning Kit memaksimalkan transparansi, mengurangi downtime dan meningkatkan produktivitas dalam proses pressing and joining

Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, berkomitmen untuk mendukung implementasi Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan pemerintah Indonesia. Secara khusus Bosch ingin support sektor manufacturing di Indonesia dengan menyiapkan teknologi yang bisa tingkatkan produktivitas dengan cara yang sangat sederhana dan mudah.

Teknologi dan solusi 4.0 teranyar Bosch yang dirancang untuk support industry manufactur di tanah air ini dikenal dengan nama Smart Function Kit. Solusi dari Divisi Drive and Control, Bosch Rexroth ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri di masa depan dengan mengombinasikan komponen mekanis, elektrik dan perangkat lunak-sehingga mampu berfungsi ala Plug & Produce.

Smart Function Kit dapat dihubungkan lewat antarmuka terbuka (open interface) dan mudah dimonitor via tablet, PC maupun ponsel. Solusi ini memaksimalkan transparansi, mengurangi waktu henti (downtime) dan meningkatkan produktivitas.

“Peluncuran peta jalan ‘Making Indonesia 4.0’ oleh pemerintah Indonesia semakin mendorong permintaan terhadap solusi pabrik terhubung dan proses manufaktur terotomatisasi. Bosch Rexroth mendukung perusahaan dan pabrik lokal di Indonesia dengan menyediakan solusi otomatisasi lintas – domain dengan kapabilitas dan kompetensi yang mencakup beragam industri. “Berbekal pengalaman dalam mengimplementasikan solusi terkoneksi di lebih dari 280 pabriknya di seluruh dunia, kami siap untuk membantu para pelaku industri dalam mengadopsi dan menerapkan industri 4.0 di Indonesia, termasuk industri manufaktur,” ujar Hasbi Lubis, General Manager, PT Bosch Rexroth.

Hasbi menambahkan bahwa Factory Automation Product yang diperkenalkan dalam acara Manufacturing lalu adalah yang terkait dengan Linear Motion, supply sistem dan produk yang terkait dengan industry manufaktur. Hasbi menambahkan bahwa Bosch sengaja memperkenalkan Smart Function Kit atau Smart Pres Kit di hajatan dua tahunan ini karena cukup banyak manufacturing yang menggunakan teknologi untuk assembly, joining, forming dan testing di Indonesia .

“Ini saat yang tepat untuk memperkenalkan Smart Fuction Kit ini. Karena selain menyambut program pemerintah Making Indonesia 4.0, tetapi juga karena ada perubahan di pelaku industrinya. Designer dan Enggeener pada saat ini sudah terbiasa menggunakan web base atau digital technology. Smart Fucntion Kit ini didesign untuk generasi designer dan engeener yang melek digital. Ini salah satu lompatan yang diperkenalkan Bosch Rexroth,”ujarnya.

Salah satu ciri digital menurut Hasbi adalah fast dan easy. Karena ini terkait dengan manufacturing maka biasanya dikenal dengan pluck and produce. Jadi disambungkan dan langsung konek untuk proses produksi.

Industry yang hendak disasar dengan teknologi teranyar Bosch ini adalah industry yang mempunyai proses pressing, joining, assembling dan testing. Seperti industry makanan, chip, komponen elektronik, bisa juga dipakai di industry tyre, baja atau industry-industry yang membutuhkan pressing.

Malah bisa dipakai juga untuk di industry testing. Presisi atau packing up untuk mengambil satu komponen, ditest dan diangkat lagi. Smart Fuction Kit ini cocok untuk industry-industri yang membutuhkan tenaga untuk pressing dan forming dan juga akurasi. Industry-industri seperti inilah yang disasar oleh Smart Press Kit ini, yang biasa disebut dengan istilah assembly dan joining.

Contohnya pressing untuk material atau lempengan baja, printing untuk aluminium atau baja, forming bisa juga untuk baja dan plastic atau karbon. Press fitting bisa untuk karbon dan juga baja. Testing kalau ada lempengan baja yang mau ditest dengan kekuatan tertentu, bisa diatur di alat ini.

Fast and easy lebih terkait dengan efisiensi. Efisiensi dari sisi waktu dan dari sisi volume. Karena Bosch mendesign Kit ini dengan efisiensi tempat. Sehingga tidak ada lagi komponen-komponen yang terlalu besar atau terlalu kecil yang tidak muat atau tidak didesign khusus.

Dengan sisten plug dan produce, end user tidak perlu lagi mencoba-coba produk komponen karena sudah dimasukan dalam satu sistem. End user tinggal pakai. Dan setelah dipakai, karena sistemnya sudah ditest compatibility antara electrical, mechanical dan softwarenya, end user tinggal cek jalannya seperti apa, apakah ada erornya atau tidak, optimasinya seperti apa dan bagaimana meningkatkan efisiensinya.

“Jadi end user tidak perlu pikirkan lagi bagaimana sistem kerja komponen yang satu dengan komponen yang lain. Intinya proses lebih cepat, bisa menganalisis bagaimana tingkatkan optimasi proses manufacturingnya. Fokus end user bukan lagi di erornya tetapi di outputnya karena ujungnya adalah productivity. Jadi tujuan kita kembali lagi ke 4.0, plug, produce dan productivity,”jelasnya.

Setiap proses joining, forming dan testing di industry baja dan plastic sebenarnya bisa dibagi dalam tiga grup kecil yakni, pertama, mechanical. Di alat ini sudah ada electro mechanical silinder. Silinder yang bergerak maju mundur, atas bawah yang dijalankan oleh servo motor. Jadi semakin blur garis batas antara electrical dan mechanical. Bosch menjadikan itu satu, electro mechanical silinder.

Di ujungnya Bosch buat for sensor untuk mengetahui berapa parameter yang dibutuhkan untuk test plat baja, end user dapatkan feed back dari for sensor itu di ujung silinder yang bergerak. Dan ini dijalankan oleh electro mechanical silinder yang dikenal dengan sebutan servo motor.

Keunggulan teknologi ini adalah komponen electrical, mechanical dan softwarenya berada dalam satu paket, sehingga end user tidak lagi membeli secara terpisah. Semua sistem terintegriter.

Selain itu ada beberapa keunggulan lain dari teknologi Smart Function Kit ini. Pertama, disiapkan untuk menyambut Industry 4.0, terhubung pada open platform communications united architecture (OPC-UA), sudah dilengkapi force sensors untuk mendeteksi jumlah tekanan yang dibutuhkan, sudah termasuk preinstalled software untuk otorisasi, pengoperasian dan analisis  dan pemeliharaan yang preventif.

Kedua, zero programming. Di mana end user tidak memerlukan pemrograman khusus, sudah dilengkapi browser berbasis HMI, dapat diakses lewat gawai (hingga 10 unit berbeda) menggunakan jaringan yang sama, tersedia notifikasi kesalahan penanganan, menggunakan dasbor yang ramah.

Ketiga, Plug dan Produce. Kustomisasi dengan peralatan pengguna hanya dengan 5 kali klik. Keempat, menghemat waktu penyesuaian secara teknis hingga 95%, kelima, pemecahan masalah teknis lebih cepat, karena seluruh bagian terhubung, keenam, akurasi tinggi, tidak perlu pengambilan sampel keluaran dan ketujuh parameter pemeliharaan dan produk gagal sangat rendah, bahkan nihil.

 

Share.

About Author

Leave A Reply