MRF TYRES : Ban yang Terkenal Dengan Overload dan Biaya per Kilo Meter (BPK) Jauh Lebih Rendah Dibandingkan Ban lain.

0

Christene Natalia Raharjo, Technical Manager PT Everseiko

Ban yang terbaik adalah ban yang memberikan Biaya Per Kilo Meternya (BPK) yang lebih rendah. MRF bukan saja terkenal dengan overloadnya tetapi juga Biaya per Kilo Meternya yang rendah

Kebijakan pemerintah untuk segera menerapkan Odol akan berdampak luas, baik bagi industry otomotif maupun industry pendukung lainnya seperti produsen ban. Salah satu ban yang bakal terkena dampak dari kebijakan ini adalah ban MRF. Karena selama ini ban MRF lebih dikenal di kalangan customernya dengan overloadnya ketimbang aspek lainnya yang juga tidak kalah pentingnya seperti Biaya per Kilo Meter atau lebih dikenal BPKnya.

Menyikapi hal ini, Christene Natalia Raharjo, Technical Manager PT Everseiko mengatakan bahwa MRF Tyres sudah mengantisipasi hal ini. Makanya sejak isu Odol mulai digelontorkan pemerintah, pihak MRF TYRES mulai mengedukasi pasar kalau MRF bukan saja terkenal dengan overloadnya tetapi juga Biaya per Kilo Meter atau biasa dikenal BPKnya yang rendah.

“Di awal-awal memang kita dikenal baik dengan over loadnya, tapi bersamaan dengan berjalannya waktu, pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait safety dan Odol. Dan sebagian besar mindset customer MRF kalau ban MRF itu terkenal dengan ban overload. Tapi pada saat bersamaan MRF juga ingin buktikan bahwa MRF juga baik di mileagenya,”ujarnya.

Makanya di event GIICOMVEC lalu MRF perkenalkan istilah BPK, Biaya per Kilo Meter. Dengan ini sebenarnya MRF TYRES ingin katakan kepada customer bahwa MRF itu bukan cuma terkenal karena over loadnya, tetapi mileagenya juga tercapai.

“Di event ini kita mau beritahu ke customer kita bahwa MRF itu bukan cuma over load saja, tetapi juga mileagenya tercapai. Kalau nanti pemerintah sudah mulai terapkan secara straight kebijakan Odol ini, light load sesuai peraturan pemerintah, customer tidak perlu cemas karena mileagenya MRF juga tercapai, bisa mencapai mileage yang lebih jauh lagi,”ungkap Christene berapi-api.

Untuk meyakinkan customer dan pasar di tanah air, di event ini, MRF TYRE menghadirkan testimony dari salah customer loyalnya, pemilik Dejavu Express. Hal ini dilakukan MRF untuk membuktikan bahwa MRF itu high miles juga. Paling penting BPKnya itu lebih efisien daripada ban lain, jelasnya sambil menambahkan bahwa dengan testimony ini MRF TYRES mau mengedukasi customer untuk menghitung BPK, sehingga meskipun biaya belinnya tinggi, tapi ketika pemakaian tidak selalu tinggi juga. Pemakain bisa rendah, meskipun biaya belinya tinggi, jelasnya.

Christene mengambil contoh customer yang beli ban merek lain yang harganya cuma 3 juta, sementara ban MRF 3,6 juta. Tapi ternyata setelah ditest mileagenya 3,6 juta dan BPKnya, MRF jauh lebih rendah dari ban lain yang jauh lebih murah harganya. “Dengan ini kami mau mengatakan bahwa MRF meski lebih mahal di awal tetapi MRF bisa memberi keuntungan lebih karena BPKnya jauh lebih rendah,”ujarnya.

Jadi intinya, lanjut Christene lagi, kita ikut event ini untuk memberitahu customer kita bahwa MRF bukan hanya overload, tetapi juga di mileage dan qualitynya MRF tetap unggul. Ban yang terbaik adalah ban yang memberikan BPKnya yang lebih rendah, pungkasnya.

Ada dua tipe ban untuk tambang yang didisplay dalam acara GIICOMVEC lalu yakni yang ukuran 1220 dan 1224, ban-ban untuk general cargo, dan untuk vulkanisir juga. Karena MRF sendiri punya pabrik vulkanisir sendiri.  Untuk truk ada ukuran 7,5 R16, 1020,1120, untuk trailer ada di ukuran 1020,R11,2,5 tubles.

Tipe-tipe yang didisplay di acara ini menurut Christene adalah tipe-tipe yang paling banyak dipakai di Indonesia. Dan ini sebenarnya sejalan dengan pameran ini, karena banyak truk, maka MRF pun ikut mendisplay ban untuk truk. Rata-rata semua tipe ini paling laku untuk dijual ke truk.

Pelatihan Perawatan Ban Gratis

Ban merupakan barang concumable yang perlu dirawat secara benar sehingga costnya semakin efisien. Tapi sering kali pemilik truk, fleet mengabaikan hal penting ini, akibatnya operasional cost ban semakin membengkak.

MRF TYRES sebagai salah satu distributor ban di tanah air, peduli dengan kondisi ini. Maka MRF pun mulai menggalakkan program pelatihan perawatan ban bagi driver yang truknya menggunakan ban MRF.

Hal ini dilakukan Everseiko Indonesia untuk memberitahu customernya bahwa MRF bukan cuma menjual ban, tetapi juga ada technical support lainnya seperti program After Sales Service.

Kalau customer butuh training untuk driver, mekanik MRF bisa bantu untuk kasih training. Program ini sudah dijadwalkan dari awal, makanya MRF selalu ada visit langsung ke customer. Selain itu MRF juga melakukan service. MRF tidak seperti toko jual ban di mana sistemnya jual putus, sudah itu selesai, tidak seperti itu.

Sesuai dengan tema GIICOMVEC 2020 mengenai pentingnya meningkatkan kesadaran safety di dunia transportasi khususnya pada kendaraan niaga. MRF TYRES siap mendukung para pengusaha truk dengan menberikan pelatihan khusus perawatan ban kepada tim operasional termasuk para pengemudi truk. Dengan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengertian atas pentingnya peran ban dalam hal safety dan efisiensi. Ban merupakan bagain vital pada sebuah kendaraan.

Bahkan pembelian ban merupakan salah satu biaya operasional terbesar dalam usaha angkutan. Namun sayangnya sosialisasi pemahaman cara merawat ban agar dapat digunakan secara aman dan optiomal belum cukup merata. Para pengusaha truk cenderung mementingkan jumlah muatan untuk meningkatkan keuntungan, tanpa sepenuhnya memperhitungkan resiko dan kerugian mengoperasikan truk dalam kondisi overload.

Kini dengan langkah pemerintaha untuk mengatasi kondisi ODOL (Over Dimension Over Load) pada kendaraan niaga, maka MRF TYRES berinisiatif untuk membantu para pengusaha truk meningkatkan keuntunga melalui efisiensi biaya ban, dimulai dengan menghitung biaya per Km (BPK) khususnya pada ban.

Pada kesempatan pameran GIICOMVEK 2020, PT Everseiko Indonesia selaku Agen Pemegang Merek  MRF TYRES di Indonesia, berbagi testimony para pelanggannya tentang efisiensi yang tercapai setelah meningkatkan perhatian terharap perawatan ban.

Wira Gapen selaku pemilik Dejavu Express, yang mengangkat paket JNE,Lazada,JD.id menyampaikan peningkatan efisiensi biaya ban sebanyak lebih dari 30 persen. Beliau juga menyampaikan pentingnya menghitung BPK saat menentukan pilihan ban, bahwa efisiensi baiknya dihitung berdasarkan nilai pakai dan bukan dari nilai beli.

Share.

About Author

Leave A Reply