Keunggulan Wheel TOPY yang Diproduksi di Dalam Negeri

0

 

Wheel Topy merupakan salah satu produk wheel terkenal di dunia. Dengan standar Nippon Steel, TOPY berhasil memproduksi wheel yang berkualitas untuk diaplikasikan di berbagai equipment, mulai dari ukuran yang paling kecil sampai dengan ukuran terbesar untuk sasar segmen tambang.

Sebagai salah satu produsen wheel terkenal di dunia, TOPY tentu tidak ingin memproduksi wheelnya asal-asal saja. TOPY yang sudah diproduksi di tanah air tetap mengikuti standar Jepang dengan tetap mengacu pada standar Nippon steel.

Basic material untuk pembuatan wheelnya tetap mengikuti standar Nippon steel. Apalagi wheel maker Topy diproduksi untuk OEM (original equipment manufacturer) di seluruh dunia, otomatis wheelnya sesuai standar yang diminta OEM. Justru di sinilah letak salah satu keunggulan wheel maker merek Topy ini.

“Pada dasarnya wheel Topy memenuhi standar OEM. Dan dari segi bahan dan pemilihan bahan dasarnya. Sebenarnya keunggulan Topy di situ. Selain tentu karena Topy punya pabrik baja sendiri di Jepang,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa Topy sendiri juga punya kemampuan mendesign untuk mencapai titik atau kondisi optimal.

Purnomo mencontohkan Super Light Wheel (tubeless)yang beratnya sekarang cuma 30 Kg, yang kovensional (tube tye) beratnya 45 Kg. Sekarang di Jepang sendiri sudah populer dengan pemakaian Super Light Wheel. Kalau satu truk pakai 10 wheels maka truk itu bisa lebih ringan atau menambah beban bawaan 150 Kg.

Selain itu, dari sisi efisiensi pemakaian bahan bakar yang lebih sedikit karena total berat truck berkurang “Karena ringan maka pemakaian bahan bakarnya jadi lebih irit lagi,”ujar Purnomo berapi-api.

Makanya, lanjutnya lagi, sebetulnya industry wheel itu trennya makin hari makin ringan. Cuma bingungnya di pasar malah pemakai memilih yang lebih tebal. Dan itu jadi surprise bagi kita, kenapa ya di saat pabrikan berlomba-lomba buat wheel yang ringan dan tipis, di pasar malah beredar banyak wheel yang tebal dan berat pula. Tapi memang bahan bakunya pasti beda lah dengan wheel kita, imbuhnya lagi.

Menurut pria yang sudah makan garam di bisnis Wheel maker ini, kalau wheel dipakai dalam keadaan normal, tidak overload seperti yang banyak dipraktekan selama ini di tanah air, usia wheel itu sama dengan usia kendaraan itu sendiri. “Kalau itu dijaga, sebenarnya wheel itu seumur dengan usia kendaraan. Jadi mestinya tidak rusak. Buktinya sejak Tahun 1986 TOPY hadir di Indonesia, TOPY belum pernah mendapat keluhan dari OE. Misalnya keluhan wheel kamu pecah karena kualitasnya buruk. Belum pernah ada keluhan seperti itu sampai sejauh ini,”pungkasnya dengan penuh percaya diri.

Kalau pun sampai ada keluhan, pasti pemilik truk akan sampaikan keluhannya ke pabrik pembuat truknya, bukan langsung ke Topy Palingdanya. Biasanya pihak pabrikan truk juga tidak serta merta terima begitu saja, pasti akan diselidiki apa penyebabnya. pabrikan truk akan memerikasa kondisi pegas daun pikulnya, apakah sudah ditambah atau belum, kalau jumlah pegas daun pikulnya sudah ditambah pasti mau membawa muatan melebihi kapasitas atau overload. Pihak pabrikan truk pasti selidiki sampai ke arah sana, dan kalau sudah begitu penerapannya, persoalannya ada pihak pemakai, bukan masalah di wheelnya.

Jadi memang persoalannya selalu pada target yang berbeda di pemakai itu sendiri. Di mana pemakai biasanya hanya minta wheel yang tahan dengan beban dan kapasitas muat sekian, sementara Topy punya standar sendiri dengan pengetesan durability yang sesuai dengan standard pabrikan truk.

“Kita akan diberikan persetujuan kalau sudah sesuai dengan standarnya mereka. Selain itu juga mereka akan mendatangi pabrik kita, untuk mengecek fasilitas pabrik kita, alat test yang kita miliki dan managemen produksinya. Kalau managemen produksinya berantakan, pasti customer tidak mau. Karena ketika managemen produksi tidak baik akan mencerminkan kestabilan kualitas dalam berproduksi,”jelasnya.

Sementara dari segi wheelnya sendiri pabrikan truk akan mengevaluasi dari sisi durabilitynya dan tekanan yang akan diberikan kepada wheel tersebut. Misalnya dengan beban 8 ton, terus ditekan dan diputar melebihi 1,2 juta cycle. Kalau itu sudah dilewati artinya wheel Topy sudah layak dan bisa diapprove oleh mereka. Tapi durability yang dimaksud bukan hanya dalam bentuk moment life test putarnya saja, tetapi juga cornering fatigue test, maksudnya wheel itu dipegang di empat sisi lalu digetarkan.

Share.

About Author

Leave A Reply