Debut di Event GIICOMVEC 2020, PT TOPY PALINGDA Manufacturing Indonesia Jajal Line Up Original Wheel Maker Merek Topy Hasil Produksi dalam Negeri

0

Purnomo P Dikdojo, Sales, Procurement, IT Director PT TOPY PALINGDA Manufacturing Indonesia

TOPY, original wheel maker hasil produksi dalam negeri, standar OEM, tipis dan ringan  dengan kualitas tinggi. Menggunakan special steel untuk aplikasi di otomotif sesuai standar Nippon Steel.

Ikut berpartisipasi dalam event Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 yang diselenggarakan di JCC Senayan, beberapa waktu lalu, PT TOPY PALINGDA Manufacturing Indonesia jajal line up produk wheel original merek Topy untuk diaplikasikan di berbagai kendaraan baik on road maupun off road.

Tujuan utama PT Topy Palingda Manufacturing Indonesia, selanjutnya disebut PT TOPY PALINGDA ikut dalam event ini lebih pada upaya untuk memperkenalkan secara lebih luas lagi produk original merek Topy yang sudah diproduksi di dalam negeri dengan standar kualitas OEM kepada pasar di tanah air.

“Kita mau memperkenalkan brand kita Topy lebih luas lagi. Mungkin yang biasa berkecimpung di truk sudah pada tahu wheel Topy ini, karena kami adalah OE supplyer. Kita sudah supply ke berbagai truk maker, ungkap Purnomo P Dikdojo, Sales, Procurement, IT Director PT TOPY PALINGDA Manufacturing Indonesia di sela-sela pameran berlangsung.

Namun, sayangnya, lanjut  pria yang biasa disapa Purnomo ini, di replacement market tidak terkenal nama Topynya. Yang terkenal malah barang-barang import. Padahal Topy sendiri sudah ada di Indonesia sejak puluhan tahun lalu. Makanya, salah satu tujuan PT TOPY PALINGDA ikut perpartisipasi dalam event GIICOMVEC 2020 ini adalah ingin memperkenalkan kepada pasar di tanah air bahwa original wheel maker sudah ada yang dibikin di pabrik di tanah air.

Jadi intinya, kita ingin meningkatkan brand awareness kepada customer di tanah air. Kita ingin menunjukkan kepada pasar di tanah air bahwa Topy sudah ada di Indonesia, sudah diproduksi di Indonesia, tepatnya di Karawang, Jabar dengan teknologi yang dimiliki Topy Jepang,”pungkasnya.

Selain itu, TOPY Palingda juga ingin mengedukasi pasar bahwa wheel itu tidak mesti tebal dan berat, seiring dengan perkembangan teknologi yang kian pesat. Apalagi sekarang semua pabrikan wheel berlomba-lomba untuk membuat wheel menjadi semakin lebih ringan dan tipis, tetapi tetap dengan kekuatan dan kualitas yang sama.

Tapi semua itu tergantung dari pemilihan material yang akan dipakai. Untuk material dasar Wheel maker Topy, customer tidak perlu cemas karena material dasarnya sudah sesuai standar Nippon Steel, karena Topy sendiri adalah salah satu pemegang saham di Nippon steel. Karenanya Nippon Steel tahu betul material apa yang bisa dipakai untuk membuat wheel menjadi lebih ringan.

Sebagai salah satu brand wheel maker terkenal dunia, TOPY tentu tidak main-main dalam pemilihan main materialnya. Topy menggunakan main material yang biasa dikenal special steel dengan gradenya berbeda dan permukaannya halus. Sementara kompetitor lain biasanya menggunakan steel pada umumnya saja, karena ingin murah-murahan saja,”jelasnya.

Dalam event GIICOMVEC kali ini, PT TOPY Palingda tampilkan semua size yang diproduksi di pabrikan TOPY Palingda di Karawang. Menurut Purnomo dalam satu size itu bisa bermacam-macam ukuran PCDnya, begitu juga dengan hub holenya dll. Tapi size yang didisplay dalam event sudah mewakili semuanya.

PT TOPY Palingda sendiri memproduksi berbagai macam size, mulai dari ukuran yang terkecil R15 sampai ukuran yang terbesar R22,5, baik yang memakai ban dalam (tube type) maupun tanpa ban dalam (tubeless). Tipe R22,5 adalah wheel yang terbesar dengan lebar 9 yang diproduksi oleh PT TOPY Palingda. Tipe ini biasanya dipakai di mining, untuk truk yang 20 ton ke atas dan juga dipakai di mobile crane,”jelasnya.

Saat ini kapasitas terpasang di PT Palingda 200 ribu dalam sebulan. Sementara produksinya sendiri di kisaran 50-60 ribu sebulan. Target jangka panjangnya nanti produksi TOPY Palingda akan dieksport Ke Jepang. “Rencananya supply ke Jepang sekitar 100 ribu pcs per bulan,”ujarnya.

Selain untuk dieskport ke Jepang, wheel Topy juga dieksport ke Vietnam, Philipine, Thailand, Malaysia. Sementara ini memang focusnya masih ke Asia dulu. Ke Jepang sendiri sudah mulai dieksport, meskipun jumlahnya masih sedikit sekali.

Meskipun target utama PT TOPY Palingda ikut event ini bukan untuk mencari pembeli, tapi paling tidak selama pameran berlangsung ada beberapa peminat. “Sasaran kita sebenarnya untuk mengedukasi pasar bahwa kita sudah punya pabrik wheel sendiri di tanah air dan kenapa mesti import wheel dari luar. Kita sebenarnya juga mau mengedukasi pasar bahwa tidak selalu wheel yang tebal itu yang kuat,”jelasnya.

Sejalan dengan Purnomo, Tanty Setiahadi, Sales Senior PT Topy Palingda Manufacturing Indonesia, menambahkan bahwa tidak selalu barang import itu yang selalu bagus, karena untuk menjadi supplyer OEM tidak gampang. OEM punya standar tersendiri, karena itu TOPY Palingda harus merancang bangun produknya bekerja sama dengan OEM itu sendiri, yang perwakilannya ada di Indonesia, namun juga dengan kantor pusatnya di Jepang. Rancang bangunnya sampai menjdi produk bisa memakan waktu 1 Tahun. “Jadi kita diteliti satu per satu, diaudit system produksi, dicek kesanggupan produksi, dokumen-dokumen pendukung, uji coba produk di laboratorium dan aplikasi di jalanan, dll. Pokoknya semuanya diteliti dan diperiksa,”jelas Tanty.

 

Share.

About Author

Leave A Reply