PT Weldmax Indonesia Mandiri Ditunjuk Sebagai Autorised Distributor Welding Machine Hugong di Tanah Air

0

Weldmax Hugong, alat las kelas premium dari China, sudah terkenal di pasar global, sudah menggunakan sinar laser ditunjang After Sales Service yang menjadi prioritas dalam pemasaran.

Meski usia masih seumur jagung, PT Weldmax Indonesia Mandiri (WIM) sudah dipercayakan untuk jadi Autorised Distributor mesin welding terkenal merek Hugong dari negeri tirai bamboo pada awal Tahun 2019.

Sebenarnya bukan tanpa alasan juga Hugong tunjuk PT Weldmax Indonesia Mandiri untuk jadi Autorised Distributor alat lasnya di tanah air. Sebelum pegang Hugong, PT WIM diketahui sudah menjadi sole agen alat las merek Weldmax di tanah air. Meski demikian, penunjukkan ini menjadi challenge dan kebanggaan tersendiri bagi PT WIM.

Ditemui di sela-sela pameran Manufacturing 2019, Harta Sukamto, Director PT Weldmax Indonesia Mandiri mengatakan kepada Indonesia Tyre Magazine bahwa PT Weldmax Indonesia Mandiri (WIM) ini satu perusahaan kecil, ketika diminta dan kemudian ditunjuk menjadi Autorised Distributor di tanah air oleh Hugong itu menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi kami.

“Awal 2019 PT Weldmax ditunjuk Hugong menjadi Autorised Distributor merek Hugong di tanah air. Jadi kalau ada distributor yang supply merek Hugong itu pasti dari kita. Bagi kami sangat terkesan begitu Hugong tunjuk WIM sebagai distributor tunggal di Indonesia. Dengan demikian kita naik tingkat lah, ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Kami berani terima Hugong karena dia perusahaan international dan alat-alatnya sudah terkenal di seluruh dunia,”ujarnya.

Perusahaan yang didirikan pada Tahun 2010 ini, sebelumnya pegang mesin Weldmax, tapi sejak Tahun lalu mulai pegang Hugong, baik untuk alat las, mesin las, kawat dan kabel las.
Diakui Harta, meski baru setahun pegang Hugong, tapi alat-alat Hugong ini sudah banyak yang didistribusikan ke pabrikasi, konstruksi. “Kita ada supply ke Surabaya, Balikpapan, Samarinda, Sumatra,”ujarnya.

Tidak hanya itu, alat las dan kawat las Huging itu sudah banyak juga yang masuk ke industry, baik industri otomotf, karoseri untuk bikin bak atau bikin box, bikin dump atau bis, maupun ke alat-alat tambang, karena semua alat tambang pasti dilas. Di industrinya lebih banyak untuk industry perkapalan dan bucket.
Jadi, lanjutnya lagi, market yang disasar Hugong sebagian besar industry baja, pabrikasi, bengkel bubut, karoseri bikin dump, box dump, otomotif untuk bikin sasis dan galangan kapal.

Saat ini, PT WIM memiliki lima tipe alat pengelasan yakni tipe SMAW,GTAW, GMAW,SAW dan Cut. Rencananya pada Tahun 2020, PT WIM akan masukan alat las yang teranyarnya, yakni alat las yang menggunakan sinar laser.

“Tahun depan (red.Tahun 2020) kita ingin masukan yang laser welding untuk menggantikan kawat. Teknologi yang terbarunya Hugong adalah laser welding. Kalau selama ini masih menggunakan kawat, tahun depan ketika kita sudah masukan laser welding ini, maka kita tidak akan menggunakan kawat lagi,”jelasnya.

Kelebihan dari Hugong adalah ketika perusahaan PT WIM tidak pegang Hugong lagi, kalau ada problem dengan alat atau mesin customer, maka customer bisa berhubungan laangsung dengan Hugong di China dan perusahaan pasati bisa menghandlenya sendiri. “Jadi dari sisi after sales service jangan diragukan lah dengan Hugong ini. After sales service menjadi prioritas untuk mereka. Jadi mereka bisa direct langsung ke Hugong di china,”jelasnya.

Terkait after sales service, lanjut Harta lagi, perusahaan akan beri garansi selama setahun plus sparepart. Sparepart selalu ready stock, kalau perusahaan ada pesan mesin, pasti selalu dilebihkan sparpartsnya untuk back up. Untuk mensupport customer di daerah, PT WIM juga sudah membuka beberapa kantor Cabang di Cikarang, Jakarta dan Surabaya. “Jadi sparepart kita satu tahun dan mesin kita full speed, beda dengan mesin-mesin lain buatan China. Yang istilahnya mesinnya 400 tapi isinya Cuma 200-an. Kalau kita benar 400, isinya pasti benar 400,”ujarnya.

Untuk menjaga customer loyalty PT WIM selain mengedepankan kualitas mesin, juga prioritaskan after sales service. “Kita tidak mau mengecewakan customer kita, makanya kita konsern betul dengan After Sales Service itu. Begitu ada komplein, alatnya ada trouble, tekhnisi kita langsung datang untuk melakukan pengecekan dan langsung service. Customer-customer besar banyak yang percaya ke kita dan sampai saat ini kami masih kerja sama dengan mereka,”jelasnya.

Selain itu ada juga program regular visit yang dilakukan tim dari perusahaan, tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi alat yang sudah dibeli customer. 6 sales handal PT WIM akan secara rutin visit ke customer. Biasanya sekali sebulan pasti ada visit dari perusahaan ke customer untuk bangun hubungan baik dengan mereka.

PT WIM sejauh ini belum dapat kendala ketika memasarkan alat welding merek Hugong ini. Malah, menurut Harta respons pasar di tanah air cukup bagus. mungkin karena Hugong sudah punya nama sehingga perusahaan mudah memasarkannya di tanah air.

“Karena namanya sudah besar sehingga kita mudah menjualnya ke customer. Begitu kita pegang Hugong, kita mudah meyakinkan customer, karena mereka yakin dengan kualitas Hugong. Karena Hugong mainnya di kelas menengah ke atas, tidak main di kelas menengah ke bawah. Hugong masuk kelas premium di China,”jelasnya.

Sebagai pemain lama di alat welding, PT WIM tentu tidak mengalami banyak kendala ketika memasarkan alat welding merek Hugong ini. Buktinya, baru setahun pegang Hugong, target yang sudah dipatok Hugong dari awal sudah tercapai di Tahun 2019 juga. Kenapa, karena, jelas Harta, perusahaan kita basenya memang sudah main di welding, sehingga kita tidak susah pasarkan merek Hugong ini, sehingga ketika kita pegang Hugong lebih muda lagi menjualnya.

Share.

About Author

Leave A Reply