PT Benua Central Automotive Jadi Authorized Distributor Automotive Service Equipment John Bean di Tanah Air

PT Benua Central Automotive Jadi Authorized Distributor  Automotive Service Equipment John Bean di Tanah Air

Jhon Bean, salah satu leading brand untuk automotive service equipment di dunia, menunjuk Benua Central Automotive sebagai distributor resmi di Indonesia

PT Benua Central Automotive, selanjutnya disingkat BCA merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri Wheel Balancer, Tire Changer, Automotive Lift, dan Aligner. Sejak berdiri pada Tahun 2016, BCA ditunjuk sebagai salah satu distributor automotive service equipment yang diproduksi oleh John Bean. Area bisnisnya masih seputar Sumatra Utara.

Tapi sejak awal Tahun 2019, BCA resmi ditunjuk John Bean sebagai authorized distributor produk-produknya untuk seluruh Indonesia. Kesepakatan kerja sama antara keduanya berlangsung awal Tahun 2019. Kabar gembira ini disampaikan General Manager PT BCA, Henche saat berbincang-bincang dengan Indonesia Tire Magazine di sela-sela acara pameran aotomotif paling bergensi tahunan, GIIAS 2019 di ICE BSD City.

Tentu bukan tanpa alasan kuat mengapa John Bean tunjuk PT Benua Central Automotive sebagai dealernya di tanah air. Perusahaan ini sudah sejak Tahun 2016 menjadi salah satu distributornya di tanah air, tetapi hanya pegang area bisnis Sumatra. Meski BCA menjadi distributor untuk area Sumut saja, tetapi perusahaan ini telah berhasil bangun jaringan yang cukup luas dan berhasil membangun sistem yang bagus dalam mensuplai produk maupun menyediakan layanan purna jualnya.

Penunjukkan ini dilihat sebagai satu peluang sekaligus tantangan bagi BCA sendiri mengingat John Bean yang sudah hampir 30 tahun hadir di tanah air, tapi produk-produk John Bean sendiri sampai saat ini masih belum terlalu familiar di customer tanah air. Belum lagi trust yang kian tergerus karana layanan yang tidak maksimal oleh distributor sebelumnya. Banyak komplein yang disampaikan ke BCA, terutama terkait layanan purna jualnya yang tidak maksimal.

Ditambah lagi semakin membanjirnya produk-produk sejenis yang masuk ke tanah air dengan berbagai penawaran yang menggiurkan baik dari segi harga maupun service lainnya.

Tapi meski demikian, BCA tetap optimis bisa merebut kembali kepercayaan yang pernah tergerus atas produk-produk John Bean di tanah air. Karena itu sejak ditunjuk sebagai authorized distributor John Bean, BCA gencar melakukan promosi. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti pameran GIIAS 2019 yang berlangsung dari tanggal 18-28 Juli di ICE BSD City.

“Kita baru pertama kali mengikuti pameran seperti ini. Tapi prospeknya cukup bagus. Selama event ini berlangsung ada beberapa konsumen yang sudah memakai John Bean sebelumnya, komplein mengenai After Sales Servicesnya. Mungkin distributor sebelumnya belum maksimal memberikan services makanya mereka komplain ke kita. Jadinya mereka kurang percaya dengan John Bean ini,”ujar Henche.

Jadi, lanjutnya lagi, target kami mengiktui event GIIAS Tahun ini lebih untuk memperkenalkan BCA. “Jadi tujuan kita ikut GIIAS ini sebenarnya agar konsumen tahu bahwa ada BCA yang mengageni atau distributornya John Bean. Tapi untuk saat ini kami lebih fokus untuk memperkenalkan BCA. Kita berusaha agar BCA semakin dikenal customer di tanah air. Itu target utamanya,”tegasnya.

(Ki-Ka) Tanto Wahyono, Director PT Benua Central Atomotive, Henche.General Manager PT Benua Central Automotive
(Ki-Ka) Tanto Wahyono, Director PT Benua Central Atomotive, Henche.General Manager PT Benua Central Automotive

Ubah image

Henche akui beratnya tantangan dalam memasarkan produk-produk John Bean di tanah air. Salah satu misi penting BCA ke depannya adalah mengubah image pasar kalau layanan yang diberikan John Bean tidak seperti yang sudah terjadi selama ini. Perusahaan ini ingin meyakinkan pasar kalau melalui BCA konsumen akan mendapatkan layanan maksimal.

Makanya ke depannya BCA berusaha untuk membangun kembali trust konsumen bahwa service John Bean tidak seperti itu. Kalau layanan purna jual selama ini tidak maksimal, maka BCA ingin maksimalkan garansi itu. “Kalau garansi selama ini cuma setahun, ketika John Bean dipenggang BCA, kita kasih lebih garansinya, jadi 2 Tahun, ujar Henche dengan penuh percaya diri.

Demi menunjang semua upaya ini, BCA terapkan prinsip 3S, yakni Service, Spare parts dan Sale. Ditunjang lagi oleh teknisi-teknisi handal yang sudah dilatih secara khsusus oleh teknisi dari John Bean. Untuk tahap awal ini, BCA siapkan 8 teknisi handal untuk menangani semua produk John Bean. “Kalau ada komplein dari konsumen kita langsung kirim teknisinya, sehingga waktu jeda operasional alat dibuat seminimal mungkin,”ujarnya.

Menurut Henche, jumlah teknisi ini akan bertambah terus seiring dengan semakin berkembangnya populasi John Bean di tanah air. Dengan adanya ekspansi bisnis ke daerah-daerah lain nanti, otomatis kebutuhan teknisinya akan bertambah juga.

Sebagai pionir Alignment Technology John Bean identik dengan kualitas dan keunggulan untuk automotive service equipment. Mulai tahun 1925 ketika untuk pertama kalinya wheel aligner John Bean diluncurkan di dunia, inovasi-inovasi terus berlanjut dengan banyak teknologi pertama yang diluncurkan ke pasar dan solusi produktivitas yang dipatenkan. Karena itu, produk John Bean direkomendasikan oleh banyak produsen otomotif di seluruh dunia.

Melihat pertumbuhan industry otomotive Indonesia yang kian melejit yang didukung pembangunan infrastruktur yang kian gencar oleh pemerintha, menjadikan Indonesia salah satu pasar potensial untuk produk-produk John Bean ini.

Ada beberapa target market yang dibidik BCA dalam memasarkan peralatan John Bean ini ke depannya. Tapi pada prinsipnya, BCA siap memasarkan semua produk John Bean. Hanya saja menurut Henche, perusahaannya ingin focus di alat-alat yang memang sangat dibutuhkan konsumen di tanah air.

“Untuk Tire changer kami focus tiga tipe dulu yakni T900, T2500 dan T3000. Tiga tipe ini yang paling banyak dibutuhkan sekarang di tanah air. Meskipun dari John Bean sendiri punya banyak macam tipe. Tapi karena customer di tanah air lebih banyak membutuhkan tiga tipe ini, maka kita untuk sementara ini focus di tiga tipe itu dulu,”ujarnya.

Henche menambahkan, kalau saat ini yang menjadi focus utama BCA adalah bengkel-bengkel resmi. Kalau ke bengkel-bengkel resmi biasanya yang mereka minta itu yang tipe premium. Sementara yang T900 kebanyakan ke bengkel-bengkel umum. Tapi ada juga beberapa bengkel umum yang menggunakan tipe premium, jelasnya.

BCA sendiri bertekad untuk memperluas segmen pasarnya, bukan hanya focus ke bengkel-bengkel saja, tapi ingin merambah ke segmen lain lagi seperti pertambangan, forestry, agri dan konstruksi. Tapi, tambahnya lagi, BCA ingin focus di Jakarta dulu sebelum merambah ke segmen lain itu.

Dari tiga tipe Tire Changer John Bean ini populasi yang paling banyak permintaannya adalah T900. Harga yang cukup terjangkau menjadi salah pertimbangan utama konsumen. T900 dibandrol dengan harga di bawah 20 juta rupiah.

Meski demikian, menurutnya, ada juga sebagian bengkel yang mencari John Bean yang kelas premium karena mereka melayani mobil-mobil yang kelas atas. Otomatis mereka pasti butuh yang T3000. Dengan Tire Changer ini proses bongkar pasang ban sangat cepat. Butuh waktu Cuma 1,5 menit. Karena semua serba otomatik. Karena ada wheel liftnya yang bekerja secara otomatik. Tinggal tekan tombol-tombol yang ada maka ban secara otomatis akan terangkat ke atas.

Ketika ditanya rencana ke depannya, Henche mengatakan, BCA lagi berupaya untuk memperlebar jaringan bisnisnya dengan semakin gencar membangun jaringan, sambil menambahkan kalau dalam waktu yang tidak lama lagi, BCA akan bekerja sama dengan distributor ban Bridegestone dan Dunlop. “Jadi untuk saat ini kita masih focus di dua brand itu saja dulu. Kalau mereka ada buka outlet baru, BCA support tire equipmentnya ke outletnya mereka. Sebenarnya juga sudah ada permintaan dari Surabaya,”jelasnya.

Meski masih seumur jagung menjadi authorized distributor John Bean, BCA sudah berhasil menjual alatnya ke beberapa konsumen di semester pertama 2019 ini. Meski Henche tidak menyebutkan angka secara rinci, tapi menurutnya sudah mendekati 50 persen dari target yang sudah dipatok perusahaan.

indotire

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *