Keunggulan Ban Trelleborg Dengan Konsep Low Ground Pressure Tire Untuk Sektor Palm Oil dan Agriculture

Keunggulan  Ban Trelleborg Dengan  Konsep Low Ground Pressure Tire Untuk Sektor Palm Oil dan Agriculture

Trelleborg, produsen ban premium asal Swedia merupakan pionir dalam mengembangkan konsep Low Ground Pressure Tire atau Floatation Tire untuk segmen palm oil dan agriculture. Ban yang dirancang khusus untuk traktor di segmen palm oil dan agriculture ini diyakini memiliki keunggulan yang tidak dimilik oleh ban merek lain.

Hal ini diungkapkan Yudia Laksamana, Managing Director kepada Indonesia Tyre Magazine beberapa waktu lalu. Menurut Yudi, keunggulan utama ban Trellborg adalah Trelleborg sebagai pionir yang tawarkan konsep low ground pressure tire atau floatation tire ini di tanah air.

“Buat kami itu adalah keunggulan utama kami. Ketika orang berpikir ban lebar, pasti orang berpikir ban Trelleborg. Menurut saya itu sebuah keunggulan. Dari nama itu saja orang sudah langsung tahu,”ujarnya.
Ban Trelleborg ini juga diyakini memiliki usia pakai yang jauh lebih panjang dibandingkan ban umum lainnya. Masa pakai ban Trelleborg ini 4-5 Tahun. Dan bahkan ada yang sampai 7 Tahun. Sedangkan ban-ban traktor yang biasa, yang standar rata-rata usia pakainya setahun. Jadi setiap Tahun harus ganti ban.

“Jadi bukan hanya dapat low ground pressure tire, tetapi juga masa pakai atau life spandnya lebih panjang. Minimum 2-3 kali lipat dibandingkan dengan ban-ban biasa. Artinya kompond kita lebih bagus. Jadi memang ban kita di level premium,”jelasnya.
Disebut Floatation Tire karena ban ini lebih lebar dibandingkan ban biasa lainnya, tetapi tekanan anginnya kecil. Bannya besar, tetapi tekanan anginnya kecil.

“Ban kami ini cuma diisi 0,6 bar. 1 bar itu sama dengan 14 psi Ban Trelleborg hanya diisi dengan 0,6 atau 1 bar sudah bisa jalan. Sudah bisa diisi muatan. Artinya konstruksi ban Trellborg itu kuat,”ujarnya.
Dengan tekanan angin sekian, lanjutnya lagi, kapasitas muatannya bisa bervariatif. Misalnya untuk trailer kecil isinya 1 ton, ban Trelleborg load capacitynya, khusus untuk ban belakang 3 ton, isi anginnya cuma 1 bar. Jadi sebenarnya di sini teknologi,ujarnya.
Dia membandingkan trailer yang di belakangnya pakai ban truck umum yang tipe 7.50-16, pakai dua, isi anginnya di ban truk itu sampai 80 psi. 80 psi dibagi 14,5 sama dengan 4.8 bar. Sementara ban Trelleborg cuma isi 1 bar saja. “Itulah sebabnya kenapa ban kita disebut low ground pressure tire,” tegasnya.

Keunggulan lain yang tidak dimilik ban branded lain adalah layanan purna jualnya atau After Sales Servicenya. Menurut Trelleborg karena ini investasi, maka menjadi kewajiban Trelleborg untuk memberikan layanan purna jualnya, seperti training dan garansi.
“Kalau garansi dari masa produksi biasanya selama 6 Tahun. Mana ada di brand lain. Garansi itu berlaku kalau ada kesalahan produksi. Jadi garansi itu ada betul-betul karena kesalahan dari pabriknya. Tapi kalau selama operasi, misalnya ketusuk benda tajam, itu tidak termasuk di dalam garansi. Jadi garansi tidak terkait dengan accident,”jelasnya.

Hal ini dilakukan Trelleborg sebagai bagian dari edukasi pasar agar image dan cara berpikir orang bisa berubah, adalah dengan mengubah mindset end user mulai beralij dari cara berpikir yang tadinya membeli murah di depan, tetapi kemudian sering mengganti ban, dengan membeli mahal di depan, tapi gantinya panjang.

TM 900

“Jadi bayangkan, yang tadinya setiap tahun membeli ban standar, dengan membeli ban Trelleborg, 4-5 tahun baru beli lagi. Dan bahkan traktornya sudah rusak, tetapi bannya masih bagus dan masih bisa dipakai. Dan itu terjadi dengan ban Trelleborg,”tegasnya.
Ini berarti, lanjut Yudi lagi, maintainance ban sangat minimal. Di situ lah yang saya bilang tadi benefit. Karena dengan memakai ban yang baik, dengan pemilihan ban yang betul, mereka akan meminimalkan cost untuk maintaninance ban. Bayangkan tidak bocor setiap hari, tidak bocor setiap minggu, tidak perlu mengecek angin setiap saat,ujarnya lagi.

Dengan demikian, tambahnya lagi, cost untuk maintainancenya jadi turun atau berkurang. Produktifitas alat naik. Tujuannya adalah bagaimana memaksimalkan kerja alat lewat mengganti ban. Dengan ban yang lebih lebar, otomatis end user akan mempunyai traksi yang lebih baik.
Jadi, jelas Yudi lagi, setiap jengkal dari putaran ban itu traksi greep. Ban akan tetap bekerja di semua musim, mau musim hujan, mau musim panas, traktor tetap bisa bekerja. Tetap berproduksi. Bagaimana meminimalkan down time mesin, menaikkan produktifitas alat, sehingga meningkatkan productivity dari alat tersebut.

Menurut Yudi, ada beberapa alasan kenapa customer di tanah air harus memilih menggunakan ban trelleborg. Pertama, traktor itu multy purpose. Karena multy purpose, maka mereka juga harus multy season. Pada saat musim hujan produktivitas sawit pasti akan meningkat dari kebun biasa. Pada saat itu pula traktor-traktor dengan ban standar tidak bisa jalan. karena pertama lahan itu healy, banyak tanjakan, traktor tidak bisa naik. Tapi dengan menggunakan ban Trelleborg, customer masih bisa bekerja seperti biasa. Karena memang ban Trelleborg dirancang untuk multy season.

Kedua, kalau di lahan gambut, lahannya lembek, maka perlu ban lebar. Dan yang terpenting adalah umur sawit sampai 25 Tahun, butuh pemupukan dll. Ban trelleborg meminimalkan kompeksi tanah. Dengan ban yang lebar, slot di bagi alas yang lebih lebar maka tekanannya kepada tanah semakin kecil. Artinya pori-pori tanah terjaga.

Di situlah konsep dasar dari ban lebar Trelleborg ini. Meminimalkan kompeksi tanah (soil campaction). Harus dijaga kepadatan tanah. Karena kalau tanah padat maka tanah tidak akan subur lagi untuk tanaman lainnya. Kalau tanahnya jadi padat, maka pori-pori tanah tertutup, maka saat diberi pupuk, ketika hujan turun, pupuknya dibawa hujan dan tidak masuk sampai ke akar.
“Dengan kata lain ban Trelleborg ini sangat environment friendly. Bahkan produk kita ini punya sertifikat. Ban itu sebisa mungkin minimal dari zat kimia,”ujarnya.

Untuk meminimalisir itu, Trelleborg kembangkan yang namanya Blue Tire. Ban yang sangat ramah lingkungan. Bagaimana meningkatkan produktivitas di kebun lewat meminimalkan konpeksi tanah. Ini konsep awalnya. Dan Trelleborg masuk ke riil problem yang dihadapi customer. Padahal konsep awalnya adalah menjaga konpeksi tanah.

Trelleborg selalu berusaha untuk mengurangi tingkat penggunaan bahan kimia di dalam ban. Ada yang namanya haromatic oil. Dan itu aturan yang berlaku di seluruh Eropah. Aromatic oilnya hanya sekian persen.

Bagi Trelleborg sendiri, semakin sedikit menggunakan sumber daya alam, semakin baik. Artinya semakin menggunakan ban Trelleborg yang performancenya bagus, usia pakai lebih panjang, otomatis sampahnya semakin sedikit. Bayangkan satu traktor ada 6 ban, setiap tahun harus diganti. Artinya setiap tahun buang begitu saja 6 ban.

Sementara dengan Ban Trelleborg setiap 5 Tahun sekali baru diganti. Jadi sampahnya semakin sedikit. Sampah ban itu menjadi musuh utama environment, karena tidak bisa didaur ulang. Karena ban itu produk akhir. Semakin usia pakai ban panjang, semakin sedikit membuang sampah. Jadi ban kami itu sangat sedikit menggunakan resource alam,jelasnya berapi-api.

indotire

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *