Cocok Di Palm Oil, PT Trelleborg Indonesia Tawarkan Ban Tracktor Trelleborg Dengan Konsep Low Ground Pressure Tire

Cocok Di Palm Oil, PT Trelleborg Indonesia Tawarkan Ban Tracktor Trelleborg Dengan Konsep Low Ground Pressure Tire
Yudia Laksamana, Managing Director PT Trelleborg Indonesia

Ban Trelleborg dengan konsep Low Ground Pressure Tire meningkatkan produktivitas kegiatan pertanian

Ada banyak pertimbangan yang muncul di benak customer ketika membeli sebuah ban traktor untuk bisnisnya. Ada yang terikat pada merek tertentu saja. Ada juga yang mengutamakan mutu. Ada juga yang mengedepankan masa pakai yang lebih lama, harga terjangkau, biaya perawatan yang lebih murah, dan yang tidak kalah pentingnya ramah lingkungan dan ada garansinya.

Tetapi karena ban-ban yang mau dibeli itu digunakan untuk bekerja, untuk meningkatkan produktivitas bisnis di segmen palm oil, maka ban-ban yang ideal untuk traktor adalah perpaduan dari semua pertimbangan para customer di atas. Ban yang bermutu tinggi, usia pakai yang lebih panjang, biaya maintainante lebih efisien, bisa tingkatkan produktivitas dan ramah lingkungan.

Salah satu merek ban yang diklaim bisa memenuhi kriteria di atas adalah ban Trelleborg. Salah satu merek ban terkenal di dunia yang berhasil memproduksi ban berkualitas dengan usia pakai yang terbilang sangat panjang dibandingkan dengan ban branded lainnya.
Meski ukurannya lebih lebar dari ukuran ban traktor pada umumnya, tetapi daya rusaknya terhadap lingkungan boleh dibilang sangat minim, sehingga kontinuitas dan sustainability usaha dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Hal ini diungkapkan Yudia Laksamana, Managing Director PT Trelleborg Indonesia saat berbincang-bincang dengan Indonesia Tire Magazine di kantornya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selanjutnya Yudi,demikian ia biasa disapa menjelaskan, Trelleborg sendiri punya lima bisnis area, salah satunya adalah wheel system. Wheel system sendiri punya dua produk andalannya yakni industrial dan agriculture.

Segmen agriculture untuk pertama kalinya dikembangkan pada Tahun 2000 dengan menyasar segmen pasar forestry, khusus ke pabrik-pabrik kertas. Karena Trelleborg juga punya produk agri, maka dua Tahun kemudian Trelleborg mencari pasarnya.
Kenapa harus dicari, menurut Yudi karena produk Trelleborg sendiri tidak seperti yang dijual pada umumnya di pasaran, produk replacement. “Kami datang ke Indonesia dengan menawarkan konsep dan solusi,”ujarnya.

Kebetulan pada saat itu ada dua problem utama di palm oil yakni pertama, bagaimana menurunkan tingkat restan buah. Kedua, bagaimana meminimalisir kerusakan jalan yang diakibatkan oleh ban traktor. Karena ban traktor juga terkenal merusak jalan.
Melihat problem itu, ban Trelleborg yang didirikan oleh Henry Dunker pada Tahun 1905 ini hadir untuk memberikan solusi kepada kedua permasalahan di palm oil ini yakni bagaimana menurunkan restan buah dan meminimalisir biaya maintainance perawatan jalan, atau meminimalkan kerusakan jalan.

Solusinya menurut Trelleborg adalah dengan menawarkan ban dengan konsep Low Ground Pressure Tire atau Floatation Tire. Disebut Floatation Tire karena ban ini lebih lebar dibandingkan ban biasa lainnya, tetapi tekanan anginnya kecil.
“Bannya besar, tetapi tekanan anginnya kecil. Ban kami ini cuma diisi 0,6 bar. 1 bar itu sama dengan 14 PSI. Ban Trelleborg hanya diisi dengan 0,6 atau 1 bar sudah bisa jalan. Sudah bisa diisi muatan. Artinya konstruksi ban Trellborg itu kuat,”ujarnya.

Dengan tekanan angin sekian, lanjutnya lagi, kapasitas muatannya bisa bervariatif. Misalnya untuk trailer kecil isinya 1 ton, ban Trelleborg load capacitynya, khusus untuk ban belakang 3 ton, isi anginnya cuma 1 bar. Jadi sebenarnya di sini teknologi,ujarnya.
Dia membandingkan trailer yang di belakangnya pakai ban truck umum yang tipe 7.50-16, pakai dua, isi anginnya di ban truk itu sampai 80 PSI. 80 PSI dibagi 14,5 sama dengan 4.8 bar. Sementara ban Trelleborg cuma isi 1 bar saja. “Itulah sebabnya kenapa ban kita disebut low ground pressure tire,” tegasnya.

Jadi, lanjutnya lagi, kami tidak hanya menjual solusi, tetapi juga customer harus mendapatkan benefit. Benefit dikurangi cost yang mereka bayar ke Trelleborg menjadi value. Jadi Trellborg menjual value kepada customer,jelas pria yang sudah hampir 20 Tahun mengabdi di Trelleborg.

Yudi menerangkan, khusus untuk agriculture, ada dua tipe ban yang disupply Trelleborg Indonesia, yakni bias bell dan ban radial murni. Bias bell merupakan ban gabungan dari dua design, yakni ban radial dan ban bias. “Jadi kita punya dua yang kita tawarkan ke palm oil. Tetapi konsepnya tetap low floatation tire,”ujarnya dengan penuh semangat.

indotire

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *