Tire Handler Hyster, Tire Handler Yang Sudah Dilengkapi Dengan Electric Diagnostic

0

Tire Handler Hyster, sejenis forklift yang sudah dilengkapi dengan attachment Tire handling untuk angkat ban-ban giant OTR. Mudah bermanuver dan rotasi sampai 360 derajat. Low cost ownership. Biaya untuk operasional dan maintainance paling kecil. Sudah dilengkapi dengan self diagnostic untuk tracking dan troubleshooting engine dan hydraulicnya.


PT DSL Indonesia adalah salah satu dealer material handling merek Hyster di tanah air. Berbagai line up material handling merek Hyster telah dijajalnya ke berbagai customer di tanah air. PT DSL telah memberikan total tire handling solution untuk berbagai segmen industry di tanah air.
Salah satu material handling yang sangat dibutuhkan untuk pemasangan dan penggantian ban OTR adalah Tire Handler Hyster. Tire Handler Hyster ini adalah juga forklift yang sudah dilengkapi dengan attachment tire handling. Di negeri asalnya di Eropah biasa dikenal dengan sebutan TireHand® atau Tire Manipulator.
Tyre Handler Hyster forklift ini dirancang untuk mendukung berbagai industry seperti pertambangan dan earth moving equipment di seluruh dunia. Alat ini digunakan untuk mengganti roda yang lengkap pada truk di penambangan-penambangan besar.
Hal ini diungkapkan Rony Ronaldi, HYU Big Truck Asst. Manager PT DSL Indonesia saat berbincang-bincang dengan Indonesia Tire Magazine di kantornya di Tangerang bebrapa waktu lalu.
Roni disapa menjelaskan, secara fungsi memang khusus untuk handling tire yang sizenya mulai dari tonase yang paling kecil sampai ke giant OTR. Ukuran attachmentnya juga harus disesuaikan dengan ukuran ban yang mau dipasang.
Berbagai line up produk Tire Handler Hyster telah dijajal PT DSL Indonesia ke berbagai segmen industry di tanah air, mulai dari yang berukuran kecil sampai yang besar.


Tire Handler Hyster ini ternyata adalah juga forklift yang sudah dilengkapi dengan attachment Tire handling. Di negeri asalnya di Eropah biasa dikenal dengan sebutan TireHand® atau Tire Manipulator.
Hal ini diungkapkan Rony Ronaldi, HYU Big Truck Asst. Manager PT DSL Indonesia saat berbincang-bincang dengan Indonesia Tire Magazine di kantornya di Tangerang beberapa waktu lalu.
Menurut Roni, tire handlingnya sendiri sudah terintegrasi dengan unit forkliftnya. Di dalam forkliftnya sudah ada beberapa fitur yang fungsinya untuk menjepit, tarik, putar, lalu taruh di bawah. Jadi secara fungsi masih sama seperti forklift cuma alat ini bisa memanipulasi untuk pergerakan memutar, menaruh ke bawah, rotasi dll.


Dari segi fungsi Tire Handler Hyster ini memang khusus untuk handling tire yang sizenya mulai dari tonase yang paling kecil sampai ke giant OTR. Ukuran attachmentnya juga harus disesuaikan dengan ukuran ban yang mau dipasang. “Jadi memang lebih praktis dalam handle tire-tire besar, terutama tire giant, tire OTR. Tire Handler Hyster ini juga mudah untuk bermanuver, bisa rotasi, bisa putar rebah, bisa putar sampai 180 derajat atau 360 derajat. Tergantung pemakaianya seperti apa,”ujarnya.


Selain itu, menurutnya, dengan menggunakan Tire Handler ini bisa meminimalisir kecelakaan yang sering terjadi karena menggunakan cara manual. Tire Handler Hyster memberikan perlindungan maksimum untuk mekanik karena sudah dilengkapi dengan fitur khusus yang berfungsi menahan ban kalau ban mau jatuh ke arah mekanik. Jadi memang safetynya 100 persen, jelas Roni.
Dengan Tire Handler semua pekerjaan bongkar pasang ban bisa lebih efisiensi dan efektif. Karena proses pasang, copot, taruh di bawah, pengisian angin, lalu pasang kembali ke equipmentnya dilakukan dengan sangat mudah dan cepat.
Mudah dalam arti pekerjaan mencabut dari equipmentnya itu dilakukan oleh alat ini sendiri karena memang sudah ada fitur dalam unitnya. Operator hanya membuka bautnya saja. Tapi saat membuka bautnya pun para mekaniknya juga sudah didukung dengan safety dari tire Handler ini.


Saat ini sudah tersedia tire handling attachment yang berfungsi ganda, tergantung pada model (hook-type atau pin-type) dengan Quick-Disconnect copling untuk memisahkan tire handler dan forknya. Cuma butuh waktu sekitar 15 menit untuk mengganti tire handler ke forklift dan sebaliknya.

Rony Ronaldi, HYU Big Truck Asst. Manager PT DSL Indonesia
Ada beragam range produk disiapkan DSL Indonesia, mulai dari tipe yang paling kecil (small trucks) sampai ukuran yang paling besar (big trucks).” Ukuran yang ada sekarang mulai dari tipe yang paling kecil, 8 ton sampai yang paling besar yang berukuran 52 ton untuk forklift beserta dengan tire handler. Attachment yang kita pakai untuk tele handler memang yang sudah top brand yakni IMT atau pun Green Field,”ujarnya.
Selain dijual, forklift Hyster ini juga dirental, tapi untuk yang ukuran 2,5 ton dan yang 5 ton. Yang ukuran di atas itu sebagian besar dijual. Karena memang investasinya besar karena rata-rata unit Eropah premium semua dan pasti mahal.
Self Diganostic


Dari beberapa tipe Tire Handler Hyster yang ada, yang menarik untuk dicermati adalah kelas 8 ton ke atas. Karena alat ini sudah dilengkapi dengan Canbus Commincation System yang dikenal sebagai teknolgi self diagnostic atau self monitoring system.
Roni mengakui kalau fitur tersebut sebagai salah satu langkah revolusioner produsen Tire Hyster asal Amerika ini. Teknologi ini berfungsi semacam laboratorium forensic, yang bisa melakukan tracking dan trouble shooting terhadap semua main component yang ada di dalam alat ini. Kemudian memberitahukan semua informasi yang terlacak kepada pemilik alat.
“Salah satu keunggulan Tire Handler Hyster kami adalah sudah dilengkapi dengan Canbus Communication system yang berfungsi mendeteksi problemnya sendiri. Dan rata-rata untuk Hyster sudah ada Canbus communication system ini. Jadi kalau terjadi eror langsung muncul di displaynya di mana letak erornya. Diagnosa alat menjadi sangat mudah, tinggal colok laptop, sudah kelihatan erornya di mana,”jelasnya.


Ia menambahkan rata-rata Hyster kelas 8 ton ke atas sudah dilengkapi dengan self monitoring. Kelas besar itu sudah menjadi standar. Itu lah salah satu penyebab kenapa harganya premium,”jelasnya.
Roni mencontohkan, Canbus Communication System bisa memberitahu kepada pengguna kapan dilakukan top-up pelumas. Begitu juga ketika mesin mati, technology ini bisa memberitahu mengapa mati dan di area mana atau komponen apa yang bermasalah.
Initinya, lanjutnya lagi, Canbus Communication System bisa mendeteksi oli, engine, transmisi dan hydraulic. Semua bisa muncul di display. Semua fitur terkoneksi satu dengan yang lainnya, sehingga memudahkan untuk maintainance. Fitur yang berfungsi mendetect engine dan transmisi bisa mencegah cost perbaikan yang lebih besar lagi.


Selain itu, di Hyster juga sudah ada power on demand. Low cost ownership. Biaya untuk operasional atau maintainance paling kecil. Untuk kelas 8 ton ke atas ada fitur khusus untuk safety, dari segi engine bisa deteck dan protect. Dalam artian kalau operator misalnya telat ganti oli atau perawatan olinya kurang baik atau pun overhead, secara otomatis forklift akan berhenti secara pelan-pelan sampai dia stop sendiri.
“Harus sampai ganti oli baru bisa beroperasi lagi. Tidak bisa dipaksakan. Rata-rata di brand lain masih bisa dipaksakan untuk berjalan, untuk bekerja. Kalau Hyster tidak bisa, harus sampai ganti oli baru bisa berjalan lagi. Jadi ini fitur yang paling menguntungkan untuk customer karena bisa mencegah over hoal. Dan over haol itu biayanya sangat tinggi. Bisa 1/3 paling kecil,”ujarnya.
Sebelum alat berhenti secara otomatis biasanya ada alarm. Alarm pasti bunyi, sensor akan bernyala untuk beritahu operator untuk segera berhenti mengoperasikan alat. Kalau pun dipaksa ia akan meladeni sampai 15-30 detik dan secara pelan-pelan akan mati, semua fungsinya turun, secara otomatis stop. Sampai dia harus ganti oli. Itu berlaku untuk engine dan transmisi. Jadi kalau ada fall di oli misalnya over head secara otomatis akan timbul. Dan tidak bisa dipaksa. Ini terkait dengan fungsi protek engine dan trasmisi. Dan fitur ini kelas 8 ton ke atas standar.


Kelebihan lain dari Tire Handler Hsyter ini tidak terlalu banyak pergantian spare partsnya, hanya greesing-greesing saja. Kalau untuk hydraulic karena dia sudah menyatu dengan unit, kalau ada trouble pasti dari unit.
“Permasalahan hanya satu, hydraulicnya. Dan hydraulic itu hal yang sangat mudah untuk ditangani. Kalau bukan bocor berarti sealnya yang retak. Dan kalau diganti cepat, tidak butuh waktu terlalu lama. Maintainance sangat minim dari attachmentnya,”jelasnya.

Share.

About Author

Leave A Reply